Welcome to My Blog
Selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Semoga kita semua bisa saling berbagi pengetahuan
Pasca Ramadhan
Ramadhan bagaikan kepompong bagi ulat dan kawah candradimuka bagi seorang pendekar
Kebutuhan, alat pemuas kebutuhan dan kelangkaan
Kelangkaan terjadi apabila jumlah alat pemuas kebutuhan justru tidak dapat mencukupi kebutuhan yang kita miliki
Uang
Uang adalah alat tukar atau pembayaran yang sah dan diterima secara umum
Ilmu ekonomi
Ekonomi merupakan bagian dari aktivitas manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan
Jumat, 24 Agustus 2012
PASCA RAMADHAN
Tidak terasa bulan yang kita nanti-nantikan setiap tahunnya akan meninggalkan kita. Kesempatan kita untuk mendapatkan bonus pahala yang berlimpahpun kemudian akan usai. Kesempatan untuk mendapatkan grand prize senilai 1000 bulanpun kemudian akan berakhir. Sekarang tinggal kita meniti detik-detik yang sangat berharga ini sambil berharap Allah SWT menerima setiap amalan kita.
Ramadhan bagaikan sebuah kepompong bagi seekor ulat. Kita harus bersabar menahan diri dari rasa lapar maupun kehausan. Kita juga harus bersabar terhadap setiap godaan yang akan mengurangi pahala puasa kita.
Ramadhan bagaikan sebuah kawah candradimuka bagi seorang pendekar sakti mandraguna. Kita mengasah naluri agar menjadi lebih tajam. Naluri terhadap penderitaan orang-orang yang papa. Yang mereka berpuasa tidak hanya dibulan ramadhan saja. Bahkan di bulan-bulan yang lain karena memang tidak memiliki makanan yang disantap.
Ulat yang berada di dalam kepompong pada saatnya keluar dan menjadi kupu-kupu. Ulat tersebut harus melalui ujian akhir yaitu harus menggunakan energinya yang tersisa untuk merobek bungkus kepompongnya dan kemudian berusaha mengembangkan sayap-sayap indahnya.
Pendekar yang berada di kawah candradimukapun kemudian pada saatnya harus turun gunung. Kembali kepada masyarakat, menggunakan segala ilmu yang dipelajarinya untuk meningkatkan manfaatnya bagi sesama.
Masa pelatihan akan segera usai. Masa-masa kita menjadi kepompong akan segera berakhir. Segala penderitaan ataupun ujian-ujian yang berat di kawah candradimuka ini akan finish. Namun demikian bukan berarti pekerjaan telah usai dan kemudian kita bisa berleha-leha. Masa setelah ramadhan justru kemudian akan membuktikan seberapa baik proses yang kita ikuti selama ramadhan.
Aktifitas ibadah yang penuh semangat tentunya harus dijaga di bulan-bulan berikutnya. Rasa empati terhadap orang lainnya yang mungkin lebih menderita dari kita tentunya harus selalu dipelihara. Adanya rasa pengawasan Allah SWT dalam setiap detiknya harus selalu kita hayati. sehingga pasca ramadhan kita sudah berubah menjadi orang yang lebih baik. Memberikan manfaat bagi diri maupun sesama. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: Orang Islam adalah kaum muslimin yang terhindar dari ganggungan lidah dan tangannya; sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Cibinong, 17 Agustus 2012/28 ramadhan 1433
Ramadhan bagaikan sebuah kepompong bagi seekor ulat. Kita harus bersabar menahan diri dari rasa lapar maupun kehausan. Kita juga harus bersabar terhadap setiap godaan yang akan mengurangi pahala puasa kita.
Ramadhan bagaikan sebuah kawah candradimuka bagi seorang pendekar sakti mandraguna. Kita mengasah naluri agar menjadi lebih tajam. Naluri terhadap penderitaan orang-orang yang papa. Yang mereka berpuasa tidak hanya dibulan ramadhan saja. Bahkan di bulan-bulan yang lain karena memang tidak memiliki makanan yang disantap.
Ulat yang berada di dalam kepompong pada saatnya keluar dan menjadi kupu-kupu. Ulat tersebut harus melalui ujian akhir yaitu harus menggunakan energinya yang tersisa untuk merobek bungkus kepompongnya dan kemudian berusaha mengembangkan sayap-sayap indahnya.
Pendekar yang berada di kawah candradimukapun kemudian pada saatnya harus turun gunung. Kembali kepada masyarakat, menggunakan segala ilmu yang dipelajarinya untuk meningkatkan manfaatnya bagi sesama.
Masa pelatihan akan segera usai. Masa-masa kita menjadi kepompong akan segera berakhir. Segala penderitaan ataupun ujian-ujian yang berat di kawah candradimuka ini akan finish. Namun demikian bukan berarti pekerjaan telah usai dan kemudian kita bisa berleha-leha. Masa setelah ramadhan justru kemudian akan membuktikan seberapa baik proses yang kita ikuti selama ramadhan.
Aktifitas ibadah yang penuh semangat tentunya harus dijaga di bulan-bulan berikutnya. Rasa empati terhadap orang lainnya yang mungkin lebih menderita dari kita tentunya harus selalu dipelihara. Adanya rasa pengawasan Allah SWT dalam setiap detiknya harus selalu kita hayati. sehingga pasca ramadhan kita sudah berubah menjadi orang yang lebih baik. Memberikan manfaat bagi diri maupun sesama. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: Orang Islam adalah kaum muslimin yang terhindar dari ganggungan lidah dan tangannya; sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Cibinong, 17 Agustus 2012/28 ramadhan 1433
Rabu, 18 Juli 2012
Welcome to My Blog
15.20
1 comment
Tidak terasa sudah sekian lama mamang tidak nyolek-nyolek blog ini. Memang kadang kala hati itu bolak balik ... yaa kadang kala semangat penuh memabara namun demikian kadang kala pula dirundung kemalasan atau perasaan bosan yang mendalam.
Yaa sekarang semoga mamang bisa lebih konsisten lagi untuk berbagi dan mamang ucapkan terima kasih yach buat mang Darma memberikan semangat lagi untuk berbagi dengan para pembaca semua.
Semoga Blog ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Terakhir semoga keberkahan Alah dilimpahkan untuk kita semua.
Senin, 25 Mei 2009
Pajak Penghasilan
21.43
No comments
Pajak Penghasilan (P Ph)
View more OpenOffice presentations from Abdul Kodir.
Selasa, 12 Mei 2009
Lari Atau Mati
15.15
No comments
Check out this SlideShare Presentation:
Lari Atau Mati
View more presentations from Abdul Kodir.
Jumat, 27 Maret 2009
BE A LEARNER
Ketika kemarin mencari-cari judul buat blog ini terpikir untuk mencantumkan judul ini. Mungkin sebagian besar dari kita bertanya-tanya apa sih maksudnya?
Teman-teman semuanya, saya mengangkat judul blog ini adalah berangkat dari sebuah pemikiran bahwa dalam hidup kita, kita mau atapun tidak mau harus menjadi seorang pembelajar hingga maut menjemput kita.
Misalnya ketika kita masih bayi kemudian kita paksa untuk belajar berjalan, tertatih-tatih, terjatuh bangun, terjatuh lagi dan bangun lagi tanpa mengenal lelah, walaupun ditingkahi oleh tangisan karena lutut kita terasa sakit.
Sekarang ketika kita sudah dewasa, telah banyak yang kita pelajari. Ada manis ada pahit, ada sedih dan ada gembira pokoknya semua bagai nano-nano manis asam maupun asin campur aduk
Dari berbagai pengalaman tersebut ternyata ada beberapa pelajaran yang bisa saya peroleh, antara lain:
Pertama. Dalam proses belajar kadang kala kita mengalami kegagalan
Memang kadang kala kegagalan ini kemudian membuat kita berputus asa, terhenyak sejenak, memikirkan mengapa saya yang harus gagal bukan orang lain. Mengapa saya termasuk orang-orang yang gagal bukan seperti mereka yang bisa tersenyum bahkan tertawa menikmati kesuksesannya.
Kedua Terkadang kegagalan merupakan pelajaran terindah yang kita dapati.
Sejenak setelah kita melakukan introspeksi diri, mengukur, menimbang dan berkaca dari kegagalan-kegagalan tersebut ternyata banyak pelajaran yang kita peroleh dari kegagalan-kegagalan itu. Mungkin kaya Thomas Alfa Edison kali ya … katanya ia gagal berpuluh bahkan beratus kali ketika melakukan percobaan bola lampu. Coba kalau misalnya Edison berputus asa mungkin sampai sekarang kita masih menggunakan lampu templok. Hehehe.
Ketiga Betapa lezatnya sebuah kesuksesan setelah kita bersusah payah untuk mencapainya.
Teman-teman mungkin pernah merasakan hal yang sama dengan saya. Tersenyum-senyum sendiri – mungkin kalau ada orang melihat dikiranya kita gila - tapi beneran ketika kita memperoleh kesukesan seperti itu. Rasanya sangat lezaaaat sekali.
Oke teman-teman semua semoga kelezatan ini akan selalu kita dapatkan setiap hari. Amiiin
Teman-teman semuanya, saya mengangkat judul blog ini adalah berangkat dari sebuah pemikiran bahwa dalam hidup kita, kita mau atapun tidak mau harus menjadi seorang pembelajar hingga maut menjemput kita.
Misalnya ketika kita masih bayi kemudian kita paksa untuk belajar berjalan, tertatih-tatih, terjatuh bangun, terjatuh lagi dan bangun lagi tanpa mengenal lelah, walaupun ditingkahi oleh tangisan karena lutut kita terasa sakit.
Sekarang ketika kita sudah dewasa, telah banyak yang kita pelajari. Ada manis ada pahit, ada sedih dan ada gembira pokoknya semua bagai nano-nano manis asam maupun asin campur aduk
Dari berbagai pengalaman tersebut ternyata ada beberapa pelajaran yang bisa saya peroleh, antara lain:
Pertama. Dalam proses belajar kadang kala kita mengalami kegagalan
Memang kadang kala kegagalan ini kemudian membuat kita berputus asa, terhenyak sejenak, memikirkan mengapa saya yang harus gagal bukan orang lain. Mengapa saya termasuk orang-orang yang gagal bukan seperti mereka yang bisa tersenyum bahkan tertawa menikmati kesuksesannya.
Kedua Terkadang kegagalan merupakan pelajaran terindah yang kita dapati.
Sejenak setelah kita melakukan introspeksi diri, mengukur, menimbang dan berkaca dari kegagalan-kegagalan tersebut ternyata banyak pelajaran yang kita peroleh dari kegagalan-kegagalan itu. Mungkin kaya Thomas Alfa Edison kali ya … katanya ia gagal berpuluh bahkan beratus kali ketika melakukan percobaan bola lampu. Coba kalau misalnya Edison berputus asa mungkin sampai sekarang kita masih menggunakan lampu templok. Hehehe.
Ketiga Betapa lezatnya sebuah kesuksesan setelah kita bersusah payah untuk mencapainya.
Teman-teman mungkin pernah merasakan hal yang sama dengan saya. Tersenyum-senyum sendiri – mungkin kalau ada orang melihat dikiranya kita gila - tapi beneran ketika kita memperoleh kesukesan seperti itu. Rasanya sangat lezaaaat sekali.
Oke teman-teman semua semoga kelezatan ini akan selalu kita dapatkan setiap hari. Amiiin
Langganan:
Postingan (Atom)











